Thursday, June 27, 2013

Stress Dalam Tugas Akhir

            Saya Pratama Galang Tata Aditama, mahasiswa tingkat akhir di STT Telematika Telkom Purwokerto. beberapa hari yang lalu saya sempat stress dalam menghadapi Tugas Akhir yang sedang saya kerjakan karna memang saya sedang menghadapi masalah disana sini, belum lagi tiba tiba saja saya sakit gigi dan perut juga berasa gak karuan, Saya merasa dunia ini sudah seperti tempat yang mengerikan. Sering saya habiskan waktu untuk melamun di dalam kamar dan kerap kali emosi tak terkendali. Sampai akhirnya kemarin saya memutuskan untuk menemui dosen wali saya untuk menceritakan apa yang ada di benak saya.

Tugas Akhir adalah kata yang sering menjadi momok bagi mahasiswa. Tak hanya karena ini adalah tugas akhir yang menentukan kelulusan, melainkan juga karena mata kuliah yang memiliki 6 sks ini menimbulkan banyak efek samping. Stres adalah efek samping utama dari si mata kuliah yang akan menentukan apakah kita bergelar A.Md  atau tidak.

Stress,, kata yang sering terlintas di benak saya, berasa tak karuan tapi saya sendiri tidak tahu apa definisinya. Berangkat dari perbincangan dengan dosen wali saya tentang sedikit dari sekian banyak masalah yang mengganjal di benak saya ini akhirnya semalaman saya mencari definisi dari stress dan saya mencoba lebih dalam mendalami stress agar saya bisa menjinakkannya.
   

MANAJEMEN STRESS TA


Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali mendengar istilah stress . Di kampus misalnya, acap kali terdengar teman saya mengucapkan istilah ini saat mereka baru keluar dari ruang dosen . Demikian halnya di kos, mahasiswa tingkat akhir biasa menggunakan kosakata stress untuk mengekspresikan perasaan ketika laporan atau proposan Tugas Akhirnya direvisi dosen pembimbing di berbagai lini.

Sebenarnya apa terminologi stress itu? Menjawab hal ini, Cooper dalam Pettinger (2002:8) mengungkapkan bahwa stress adalah segala sesuatu yang menghalangi seseorang dari tujuannya sehingga kemudian muncul perasaan-perasaan negatif disertai ketegangan, kegelisahan, kekosongan, dan kesia-siaan. Penyebab stress bisa bermacam-macam mulai dari menumpuknya pekerjaan, menyiapkan ppt seminar, ujian pendadaran, hingga ditolak gebetan. Sementara menurut Rhoma Irama (1995, lagu bisa dilihat Disini), penyebab strees adalah terlalu sibuk bekerja, menganggur terlalu lama, kekasih main gila, dan kenakalan remaja.

Meski penyebab stress sangat beragam, tulisan ini akan membatasi telaahnya pada stress yang diakibatkan karena menulis Tugas Akhir. Lebih lanjut tulisan ini akan diarahkan untuk menjabarkan kiat-kiat yang perlu dilakukan dalam mengelola stress tersebut. Seperti halnya organisasi/institusi, stress saat menulis Tugas Akhir juga perlu dikelola dengan baik untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. 

Saat menulis Tugas Akhir, ada tiga kendala yang saya alami dan bisa menjadi penyebab stress. Pertama adalah isi Tugas Akhir itu sendiri. Saya kerap dipusingkan mencari teori-teori yang relevan, kalimat pembuka yang enak, hingga kosakatya yang asik untuk menyambung kalimat. Ketika semua kendala itu terakumulasi, saya dapat mengalami stress. Alih-alih mencoba menyelesaikan, banyak orang kemudian malas dan menelantarkan Tugas Akhirnya hingga jangka waktu yang lama.

Terkait hal ini ada solusi yang telah saya coba. Sejenak saya bisa berhenti memikirkan Tugas Akhir secara holistik dan lebih fokus pada masalah yang dapat dikerjakan dengan mudah, seperti membuat cerpenatau menulis novel yang kemudian saya upload ke Blog saya  atau sekedar jalan jalan disekitar kos. Seperti saat ini ketika saya sedang dipusingkan oleh BAB III dari proposal yang kemarin direvisi dosen pembimbing saya akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengerjakan sejenak dan menulis artikel ini. Meskipun terlihat sepele, mood mengerjakan akan timbul perlahan-lahan sehingga saya dapat lebih fokus memecahkan masalah berikutnya. Semoga setelah ini saya bias melanjutkan fight dengan BAB III saya.

Kedua, masalah yang biasa muncul saat saya menulis Tugas Akhir adalah dekatnya batas waktu (deadline). Saya tentu tidak bisa meminta waktu tambahan atau injury time seperti dalam permainan sepakbola . Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan waktu secara maksimal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengerjakan Tugas Akhir sambil mengurung diri di kamar selama beberapa hari. Sementara saja, karena menulis Tugas Akhir tidak membutuhkan waktu sebanyak membangun Tembok China atau Jembatan Selat Sunda.

Meskipun saya termasuk tipe orang yang hobby mengurung diri di dalam kamar tapi ada kalanya juga saya merasa jenuh, hal yang bisa di lakukan adalah diskusi dengan teman seperjuangan. Berkumpul di kafe sambil minum kopi atau coklat panas dengan koneksi internet dapat membantu Anda menemukan suasana kondusif untuk menulis. Namun perlu diingat, keadaan dompet dan anggaran buat makan besok, jangan sampe malah jadi stress karna kehabisan uang buat makan besoknya.

Masih terkait waktu, sebagian orang hanya mampu mengerjakan Tugas Akhir secara maksimal di waktu-waktu tertentu, teman di kamar sebelah saya misalnya, dia terbiasa mengerjakan Tugas Akhir pagi pagi sekali disaat semuanya belum memulai hari. Kalo saya lebih menyukai kegiatan menulis Tugas Akhir ini di sore hari sampai malam hari, ntar kenapa rasanya lebih bias konsentrasi. Di waktu lain saya bisa beristirahat, bermain game, pacaran, bermain capoeira atau apa saja yang bisa meregangkan otot saraf. Yang penting, saat waktu mengerjakan tiba, energi yang kita punya dapat digunakan secara maksimal.

Ketiga, masalah biasanya muncul dari lingkungan eksternal seperti keluarga, pacar, teman atau bahkan dosen pembimbing. di poin ke tiga ini masalah eksternal yg sering saya hadapi adalah dari lingkungan, alhamdulilah saya tidak pernah bermasalah dengan dosen pembimbing namun agar tidak melenceng terlalu jauh maka bagian dosen pembimbing yang akan saya jabarkan. Terkadang ada yang merasa bahwa tulisan nya sudah sangar namun dosen pembimbingnya berkata lain dan merevisinya . Selain itu ada beberapa yg karena kesibukannya dosen pembimbingnya terkadang jadi tidak mudah untuk ditemui. Karenanya kita harus mampu belajar mengoptimalkan kemampuan diri sendiri, dan jika ada kendala yang sangat mengganjal langsung menemui dosen pembimbing agar segera dapat di pecahkan bersama sama. 

Posisi dosen pembimbing dalam penulisan Tugas Akhir adalah memberikan arahan supaya penulisan yang kita lakukan tidak melenceng dari kaidah-kaidah penelitian. Kita boleh menanyakan apa saja yang berhubungan dengan penelitian, namun usahakan batasi pada topik yang benar-benar tidak kita kuasai saja. Untuk masalah-masalah sederhana, manfaatkanlah kesaktian diri sendiri dan koneksi internet. Adalah tidak bijak menanyakan cara membuat daftar isi dan merapikan tabel kepada dosen pembimbing.

Adalah hak asasi masing-masing individu untuk mengimplementasikannya atau tidak. Yang pasti masih ada Tuhan yang senantiasa mendengarkan doa umatnya selama kita sungguh-sungguh berusaha. Seperti dikatakan Rhoma Irama (1995), stress obatnya iman dan taqwa serta mensyukuri apa adanya. Semoga tahun ini, saya, teman teman kos saya, semua teman teman angkatan 2009 di STT Telematika Telkom dan Seluruh mahasiswa STT Telematika Telkom baik yang junior maupun senior yang sedang berjuang mengerjakan Tugas akhir agar dapat menyelesaikan Tugas Akhirnya dengan baik dan bersama sama wisuda di Bulan Desember ini.
 Daftar Pustaka
Pettinger, Richard. 2002. Stress Management. Oxford: Capstone PublishingIrama, Rhoma. 1995. Stress. Jakarta : Musica Studio 

Sunday, June 23, 2013

Supermoon


 Fenomena bulan super atau populer deng
an istilah Supermoon akan terjadi malam ini. Menurut laporan Yahoo News 22 Juni silam, puncak Supermoon akan terjadi hari Minggu, tepat pukul 7:32 EDT (Eastern Daylight Time), atau sekitar pukul 18:32 WIB, dilansir Examiner 23 Juni 2013.
Artinya, jika langit tak mendung, Anda yang berada di Indonesia pun kemungkinan juga bisa menikmati indahnya cahaya bulan yang tidak biasa ini. Bulan akan tampak lebih besar, karena berada di jarak paling dekat dengan Bumi.
Ketika saya pergi keluar, mendongakkan kepala ke atas, dan melihat bulan purnama yang besar, saya merasa terhubung kuat dengan alam semesta. Pemandangan itu akan terjadi begitu cepat. Rasanya seperti Anda bisa pergi ke sana dan berdiri di atasnya,kata Michelle Thaller, Asisten Direktur Sains di NASA Goddard Space Flight Center.
Sejatinya, siapapun bisa menikmati pemandangan yang sama dengan Michelle. Apalagi bagi mereka yang berada di dataran tinggi. Menariknya, fenomena bulan super ini akan berada di jarak terdekat dengan Bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sekitar 32 menit. Ukurannya adalah 12 persen lebih besar dari bulan purnama biasa.
Berdasarkan hitungan para peneliti, jarak Bumi dan bulan pada Supermoon nanti hanya berkisar 221.824 mil, atau setara 356.991 kilometer.
Fenomena ini terjadi setiap 14 bulan sekali. Selain menghadirkan pemandangan yang luar biasa indah, kedatangan Supermoon juga dikaitkan dengan munculnya bencana alam di Bumi.
Beberapa mitos menyebutkan Supermoon dapat mengakibatkan beberapa bencana alam terjadi, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, angin topan, dan badai.
Tapi, sampai saat ini, para ilmuwan NASA belum menemukan hubungan langsung antara terjadi Supermoon dan bencana alam di Bumi.

Thursday, June 20, 2013

CHAMADA: Panggilan Jebakan

Chamada (panggilan) merupakan ritual sub game dalam roda Capoeira Angola. Selama chamada, seorang pemain menghentikan sejenak permainan yang melambangkan ia memanggil lawan mainnya.

Ada berbagai tipe chamada;yang biasanya si pemain mengundang dengan mengangkat dan merentangkan satu atau dua tangannya dan lainnya mendekati dan menyentuh tubuh si pemanggil. Chamada dilakukan sebagai cara seorang pemain guna mencari posisi baru atau mengetes kemampuan lawannya. 

Beberapa langkah ke depan dan belakang ketika dua pemain kontak tubuh dan tangan selesai setelah satu atau dua pemain melakukan gerakan serangan atau salah satunya membuat tanda 'selesai'. 

MAKNA CHAMADA


Terdapat kerancuan tentang makna chamada dalam roda. Anggapan umum, chamada dilakukan untuk istirahat atau mengambil napas. Yang lebih tepat, chamada merupakan kesempatan "MENGETES KECERMATAN LAWAN" dan "PENJEBAKAN". Dalam roda capoeira, chamada merupakan TRADISI yang tidak memiliki aturan main. Saat awal, pertengahan, akhir chamada seorang pemain yang dipanggil harus bersiap dan sigap berjaga jaga kalau kalau lawannya menyerang/mengetes.

'Tunjukkan padaku kau masih mampu bergerak melanjutkan permainan setelah kuserang!' Begitulah metafora kalimat yang seakan diberikan pada pemanggil chamada.


Selain sebagai tes kecermatan dan penjebakan, chamada juga digunakan untuk mengatur ulang ritme permain menjadi lebih agresif. 



sudah pernah mempraktikan chamada waktu roda? Sila dibagi pengalaman Anda, ya. Obrigado!



APELIDO

APELIDO
~Nama Kutukan atau Identitas Capoeirista?~

Jika Anda dapat apelido dari mestre, belum tentu itu bagus buat Anda. Barangkali, itu ejekan!
Apa apelido Anda?

IDENTITAS YANG MEMBANGGAKAN? 

Julukan dalam capoeira disebut Apelido atau Nom de Guerra yang merupakan bagian integral dari olahraga asli Brazil ini. Awalnya, apelido digunakan oleh capoeirista waktu dahulu pemerintah melarang keberadaan capoeira. Sangat penting bagi capoeirista menyembunyikan jati dirinya agar tidak tertangkap oleh polisi penguasa. 

Tradisi ini berlanjut sampai sekarang. Apelido telah menjadi bagian upacara penerimaan capoeirista; Batizido, atau merespon sesuatu yang unik di kelas akademia. Biasanya, agar para mestre atau instrutor memudahkan dan mengenal dekat muridnya, mereka memberi apelido. 

Apelido bisa diambil dari:
- Warna dan gaya rambut
- Gaya bermain saat roda
- Ukuran tubuh 
- Kebiasaan
- Apa saja yang unik

Seringkali, capoerista justru terkenal dengan apelido-nya. Dan para capoerista sangat bangga karenanya ini sebuah penghargaan.

Friday, May 10, 2013

Lomba Review 5 Film Indonesia Tanpa Diskriminasi


                                                      Lomba Review
5 Film Indonesia Tanpa Diskriminasi

Karya Denny JA dan Hanung Bramantyo


Total Hadiah: Rp 100 juta
Pengumuman Lomba: 10 April 2013
Penutupan Lomba: 1 Oktober 2013
Pengumuman Pemenang: 28 Oktober 2013


KETENTUAN LOMBA ::
1. Tulis review Anda tentang salah satu dari lima film pendek Indonesia Tanpa Diskriminasi karya Denny JA dan   Hanung  Bramantyo (Sapu Tangan Fang Yin, Romi dan Yuli dari Cikeusik, Bunga Kering Perpisahan, Minah Tetap    Dipancung, Cinta yang Dirahasiakan).

2. Kelima film dimaksud dapat Anda jumpai di link ini:
a)  Film Denny JA-Hanung Bramantyo: Sapu Tangan Fang Yin  : https://www.youtube.com/watch?v=_HGoJ9LWzVM
b)  Film Denny JA - Hanung Bramantyo: Romi dan Yuli dari Cikeusik  : 
https://www.youtube.com/watch?v=4i-izwh3G3k
c)  Film Denny JA-Hanung Bramantyo: Cinta Yang di Rahasiakan : 
https://www.youtube.com/watch?v=nwOYxwx14Gc

d)  Film Denny JA - Hanung Bramantyo: Bunga Kering Perpisahan : 
https://www.youtube.com/watch?v=MwuXqK3UzqU
e)  Film Denny JA - Hanung Bramantyo: Minah Tetap Dipancung  : 
https://www.youtube.com/watch?v=98fvKwOBezs

3. Ada bebas membuat review dengan medium ekspresi berbentuk tulisan, foto esai, video untuk Youtube, atau
    Medium berekspresi lainnya yang dapat dikirimkan secara elektronik.

4. Review Anda bebas, baik menyangkut filmnya sendiri maupun terkait dengan isu yang diangkat film tersebut.

5. Anda hanya diperkenankan menggunakan maksimal dua medium review untuk semua film yang tersedia.

6 .Jika review Anda berbentuk tulisan, panjang minimal 1 halaman dan maksimal 3 halaman A4 yang diketik
    menggunakan komputer

7. Tulisan harus asli buatan Anda dan ditulis dengan bahasa Indonesia

8. Beri nama file review Anda dengan nama panjang Anda.

9. Tulis di akhir karangan: nama lengkap Anda, alamat lengkap, kode pos, alamat email, No HP (juga akun Twitter dan
    atau Facebook jika Anda punya)

10. Review dikirim  ke alamat email ini: 
info@diksriminasi.com , pantun123@yahoo.com , nodiskriminasi@gmail.com
11. File review Anda harus dilampirkan dengan attachment pada email, dan tidak diperkenankan menulis review
      di laman email langsung.

12. Jika review Anda berbentuk foto esai, Anda dapat mengirimkannya langsung ke email 
info@diskriminasi.com ,        pantun123@yahoo.com , nodiskriminasi@gmail.com dengan melampirkan attachment foto-foto tersebut.

13. Foto esai yang Anda kirim hendaknya diurut secara kronologis dan diberi judul sesuai dengan pilihan Anda.

14. Jika review Anda menggunakan medium video, maka durasinya minimal 3 menit dan maksimal 10 menit. Anda
      dapat langsung mengunggahnya ke Youtube dan memberitahukan judul dan linknya kepada panitia via email ke
      
info@diskriminasi.com , pantun123@yahoo.com , nodiskriminasi@gmail.com
15. Semua review yang Anda kirimkan menjadi hak milik Yayasan Denny JA untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi yang
      dapat kami pergunakan kapan pun tanpa pemberitahuan pengirim

16. Pengumuman selengkapnya dapat dilihat di website 
www.diskriminasi.com
17. Juri akan memilih 4 (empat) pemenang utama dengan hadiah:
      a. Pemenang pertama Rp 20 juta
      b. Pemenang kedua Rp 15 juta
      c. Pemenang ketiga Rp 10 juta
      d. Pemenang keempat Rp 5 juga

18. Panitia juga menyediakan 8 unit iPad2 sebagai hadiah hiburan (5 pemenangnya ditentukan berdasarkan penjurian,
      semantara 3 lainnya ditentukan lewat pengundian).

19. Respon/review Anda harus masuk ke email panitia paling telat 1 Oktober 2013. Pemenang akan diumumkan pada
      Hari Sumpah Pemuda yang juga bertepatan dengan tahun kedua Hari Indonesia Tanpa Diskriminasi, 28 Oktober
      2013.

20. Para pemenang akan diumumkan melalui:
      a. Akun Twitter @dennyja_world
      b. 
www.dennyja-world.com
      c. 
www.diskriminasi.com 
      c. Pemberitahuan langsung kepada pemenang melalui email

21. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu-gugat

22. Lomba terbuka untuk umum tanpa pengkategorian usia maupun profesi

23. Panitia tidak melayani surat menyurat menyangkut lomba ini.

Thursday, May 9, 2013

Sekilas Tentang Capoeira







Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.

Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan).
Capoeira sangat erat dengan perjalanan sejarah bangsa Brasil, sejarah perbudakan. Pada abad ke 15 dan 16 budak-budak didatangkan dari Afrika bagian barat. Budak-budak berkulit legam ini menjadi salah satu komponen produksi produk perkebunan negeri Brasil yang saat itu dijajah bangsa Portugis.

Mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh orang-orang Portugis itu. Seperti hewan ternak, badan mereka diberi tanda dengan cap besi panas. Pada masa itu
mereka merupakan “komoditas yang berharga” serupa dengan kopi, gula, vanila.

Kekangan belenggu menumbuhkan hasrat untuk bebas. Mereka kemudian mengembangkan teknik bela diri untuk kepentingan membebaskan diri. Latihan
dilakukan sembunyi-sembunyi, dan sarana penyamaran yang paling baik adalah tarian. Karena di Afrika tarian adalah bentuk ekspresi yang paling popular,
maka para budak berlatih teknik serangan dan elakan Capoeira diiringi dengan musik, nyanyian, dan tarian.

Invasi Belanda pada 1624-1630 sempat mengacaukan perkebunan dan industri gula di Brasil. Peluang itu dimanfaatkan untuk melarikan diri ke dalam hutan
dan membentuk perkampungan. Perkampungan ini dikenal dengan nama Quilombos. Struktur politik dan sosial perkampungan ini mirip dengan suku-suku di
Afrika. Kampung ini dipimpin oleh seorang yang ditunjuk karena keberanian dan kemampuannya dalam menghadapi musuh.

Begitu Belanda hengkang dari Brasil, para pemilik budak mengirimkan pasukan bersenjata ke hutan-hutan untuk menangkapi budak-budak dan menghancurkan
perkampungan mereka. Para budak menyadari mereka kalah dalam persenjataan, mereka pun mengembangkan sistem bela diri yang mampu melawan senjata. Sistem bela diri ini disebut Capoeira de Angola.

Capoeira sendiri adalah nama tanaman semak belukar di sekitar mereka dan Angola adalah nama negara yang diyakini sebagai asal kelompok budak pertama
yang datang ke Brasil. Hingga kini Capoeira terbagi kedalam dua aliran besar, Capoeira de Angola dan Capoeira Regional. Masing-masing memiliki karakteristik sendiri.

Pada tahun 1890 Capoeira dilarang oleh pemerintah. Hingga akhirnya pada tahun 1928 Manoel dos Reis Machado (Master Bimba) memperkenalkan EoLuta

Regional Baiana. Sebuah campuran antara Capoeira de Angola dengan Batuque (Capoeira jalanan). Belakangan aliran ini terus berkembang dan dikenal
dengan Capoeira Regional. Kini Capoeira tak lagi dikenal sekedar sebagai sistem bela diri. Capoeira kemudian diakui sebagai aset nasional berupa
tarian, olahraga, permainan sekaligus sebuah ekspresi seni akan kemerdekaan.


Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi. Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat.

Jika diperhatikan, teknik bela diri Capoeira sangat sedikit menggunakan tangan. Menurut perkiraan hal ini disebabkan oleh tangan-tangan para budak di belenggu rantai. Karena itu Capoeira banyak mengembangkan teknik-teknik menggunakan kaki. Fu Kiau, ilmuwan Kongo, berpandangan lain. Menurut dia, tradisi kuno di Afrika menganggap tangan seharusnya digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang baik, sementara kaki sebaliknya. Menurut pepatah kuno Kongo, Mooko mu tunga, malu mu diatikisa (tangan untuk membangun, kaki untuk menghancurkan).
Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka.
Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.
Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”.

Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll…; ginga adalah gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan.Gerakan dasar Capoeira yang dinamai ginga ini mirip sama orang lagi menari, tapi ini sebenarnya sejenis kuda – kuda.Yang namanya kuda – kuda kalau dilakukan tidak sempurna sudah pasti gampang diserang lawan. Tapi yang unik jadi kuda – kuda pada Capoeira ini selain berguna untuk bertahan dari serangan lawan sekaligus sebagai ancang – ancang untuk menyerang.

Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.
Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé…” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).
Di Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang dan kini Capoeira telah ada di kota Pekalongan. kota yang sering disebut kota Batik ini memiliki komunitas capoeira angola yang bernama Little Gigante. Club / komunitas Capoeira Angola Pekalongan yang lahir pada hari Selasa 14 Agustus 2012 ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemuda pemudi di Pekalongan untuk mempelajari capoeira Angola. 

untuk lebih jelasnya silahkan LIKE Fans Page Little Gigante atau add facebook Little Gigante. dan jika ingin bergabung silahkan inbok ke Little gigante namun harus memenuhi syarat sebagai berikut ::
1.     Pria atau wanita berdomisili di Kota Pekalongan dan sekitarnya
2.     Usia diatas 10 th ( Usia 15 th sampai dengan 21 th di utamakan )
3.     Berminat dan Memiliki semangat untuk mau belajar CapoeiraAngola.
4.     Bersedia dengan sungguh sungguh untuk bekerja sama mengembangkan capoeira angola di Pekalongan.

Pendaftaran FREE ( Gratis ) tidak di pungut biaya karna ini adalah komunitas.





Gerhana Matahari 10 Mei 2013 ( Paling Jelas Terlihat dari Kota Merauke )


Saya kira sudah banyak yang tahu bahwa tanggal 10 Mei 2012 besok akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Dari Indonesia, ternyata tempat yang paling oke untuk menikmati gerhana tersebut adalah dari Kota Merauke. Matahari akan nampak paling redup se-Indonesia dan akan nampak seperti “Bulan sabit” dari kota Merauke.
Sedikit teori dulu, :))… sebagaimana pelajaran SD dahulu, Gerhana Matahari cincin terjadi karena sinar Matahari tertutupi sebagian oleh Bulan tepat dibagian tengahnya ketika Bumi-Bulan-Matahari segaris. Mengapa tidak tertutup semuanya?, karena pada masa tertentu jarak antara Bulan dengan Bumi agak menjauh, maka pada saat itu piringan Bulan seolah-olah sedikit mengecil. Kombinasi dari jarak Bumi-Bulan-Matahari, alhasil, piringan Bulan menjadi terlihat lebih kecil dari piringan Matahari. Dan ketika Bumi-Bulan-Matahari segaris, maka terjadilah Gerhana Matahari cincin.
Namun tunggu dulu, lintasan gerhana ini sebenarnya tidak akan melewati Indonesia (Gambar 1). Maka, Gerhana tersebut hanya akan tampak sebagai Gerhana Matahari sebagian (gerhana parsial, bukan gerhana cincin) bila dilihat dari Indonesia. Gerhana Matahari parsial tersebut akan mulai terlihat saat Matahari terbit dari sebagian kota di Indonesia.
Saat baru terbit, dan Matahari masih kemerahan (tidak menyilaukan), gerhana aman dilihat dengan mata telanjang. Bila Matahari sudah meninggi (menyilaukan) seiring dengan proses berjalannya gerhana, maka harus menggunakan alat bantu kaca gelap agar tidak merusak mata. Matahari dan Bulan sama2 terbit dari Timur dan bergerak ke Barat. Dalam gerak semu tiap hari tersebut, Matahari sedikit lebih cepat dari pada Bulan. Jadi dalam hal gerhana ini seolah-olah Matahari menyalip Bulan. Pada awal gerhana, Bulan berada diatas Matahari dan pada akhir gerhana, Bulan berada dibawah Matahari.
13679518931334882230
Gambar 1. Lintasan Gerhana Matatahari 10 Mei 2013
Untuk persiapan melihat gerhana, potret2, atau melaksanakan ibadah sholat gerhana bagi ummat muslim (sunnah), maka berikut ini saya rangkumkan perkiraan penampakan Gerhana pada saat puncak gerhana yang terlihat dari beberapa kota di Indonesia (Gambar 2). Waktu yang tercantum tersebut adalah saat puncak gerhana masing2 kota tersebut. Jadi sebenarnya Gerhana telah dimulai sekitar 30 s/d 60 menit sebelumnya (tergantung lokasi kotanya). Jadi Agar tidak kelewatan, waktu 30-60 menit tersebut perlu dipertimbangkan untuk persiapan.
Khusus untuk Kota Padang, Jakarta, Yogyakarta dan sekitarnya, puncak gerhana tidak akan bisa dilihat, hanya saat2 terakhirnya saja.  Itu karena puncaknya telah terjadi sebelum Matahari terbit dikota2 itu. Untuk kota Padang dan sekitarnya, praktis secara kasat mata tidak akan menyadari adanya gerhana (seperti hari2 biasa), karena bulan hanya nyenggol sedikit dan cuma sebentar…:). Lain halnya dengan kota Merauke, dibanding wilayah Indonesia yang lain, di kota tersebut Matahari akan nampak paling redup karena Matahari tertutup relatif banyak, dan sang Mentari akan terlihat seperti ‘Bulan sabit’. Pada dasarnya, semakin ke arah tenggara matahari akan tertutup semakin banyak, karena semakin mendekati lintasan gerhana.
1367951946613264005
Gambar 2. Perkiraan kenampakan Gerhana dari berbagai kota
Untuk para Photograper di Indonesia, ini adalah kesempatan emas dan langka untuk bisa mengabadikan gambar Gerhana yang luar biasa. Mengapa?, karena Gerhana akan terjadi saat Matahari terbit, itu artinya gambar gerhana bisa dikombinasikan dengan obyek siluet lain yang berada di horizon muka Bumi. Untuk itu sang Photographer harus tahu betul dari arah mana Matahari akan terbit. Banyak software bantu untuk itu, namun cara yang paling mudah adalah amati arah Matahari terbit 2 hari sebelumnya (mulai besok.. hehehe..). Kalau perlu latihan motret Matahari di lokasi idaman selama 2 hari kedepan, sekaligus mencari setelan kamera dan lensa tele yang pas mantab. Karena momen motret terbaik sesungguhnya hanya beberapa detik sekitar saat Matahari terbit. Sayang sekali penulis bukan seorang fotografer, jadi hanya bisa menunggu hasil terbaik dari para Photographer dan hobbier astronomi Indonesia.
Sebagai tambahan berikut adalah potret Gerhana Cincin tanggal 21 Mei tahun 2012yang  lalu, dijepret dari Taipei, Taiwan. Saat itu gerhana terjadi ketika Matahari sudah meninggi, kira2 jam 9 pagi. Link: http://www.flickr.com/photos/m_khoiri/8159331218/


Sumber2 :

semoga bermanfaat 

Thursday, February 14, 2013

PETA (Pembela Tanah Air)

  Latar Belakang Jepang Mendirikan PETA

Penyerahan tanpa syarat Letnan Jenderal H. Ter Poorten, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda kepada pimpinan tentara Jepang Letnan Jenderal Hitoshi Imamura yang terjadi pada tanggal 8 Maret 1942, hal ini menandai berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia yang kemudian digantikan oleh pemerintahan pendudukan Jepang. Dengan begitu Indonesia memasuki periode baru, yaitu periode pendudukan Jepang. Berbeda dengan zaman Hindia Belanda yang hanya terdapat satu pemerintahan sipil, pada zaman pendudukan Jepang terdapat tiga pemerintahan militer pendudukan yaitu sebagai berikut:
a.     Pemerintahan Militer Angkatan Darat atau Rikugun (Tentara ke-25) untuk daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya di Jakarta.
b.    Pemerintahan Militer Angkatan Darat atau Rikugun (Tentara ke-16) untuk daerah Sumatera dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Bukittinggi.
c.     Pemerintahan Militer Angkatan Laut atau Kaigun (Armada Selatan ke-2) untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian dengan pusatnya di Makassar.
Pada awal mulanya pemerintahan Jepang di Indonesia, tentara Jepang membentuk pemerintahan militer di Pulau Jawa yang bersifat sementara, hal ini sesuai dengan Osamu Seirei (Undang-undang yang dikeluarkan oleh Panglima tentara ke-16) No. 1 Pasal 1 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 1942. Undang-undang tersebut kemudian menjadi pokok dari peraturan-peraturan ketatanegaraan Jepang di Indonesia. Berdasarkan Undang-undang tersebut, dapat diketahui bahwa jabatan Gubernur Jenderal pada zaman Hindia belanda dihapuskan. Segala kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh Gubernur Jenderal kemudian diganti oleh panglima tentara Jepang di Jawa.
Undang-undang tersebut juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan pendudukan Jepang berkeinginan untuk terus menggunakan aparat pemerintahan sipil beserta para pegawainya. Hal itu dimaksudkan agar pemerintahan dapat berjalan terus dan kekacauan dapat dicegah. Akan tetapi, pemimpin-pemimpin dari pusat sampai daerah dipegang oleh tentara-tentara Jepang.
Koordinator pemerintahan setempat disebut dengan Gunsebu. Misalnya di wilayah Jawa Barat pusat koordinator berada di Bandung. Pada setiap Gunsebu ditempatkan beberapa komandan militer. Mereka mendapat tugas untuk memulihkan ketertiban dan keamanan, menanam kekuasaan, dan membentuk pemerintahan setempat. Mereka juga diberi wewenang untuk memecat para pegawai bangsa Belanda. Namun, usaha untuk membentuk pemerintahan setempat ternyata tidak berjalan dengan lancar. Jepang kekurangan tenaga pemerintahan  yang sebenarnya telah dikirimkan dari Negara Jepang, tapi dalam perjalanan menuju Indonesia dengan menggunakan kapal laut, kapal mereka tenggelam karena diserang oleh Sekutu dengan menggunakan torpedo. Oleh karena itu, dengan terpaksa diangkat pegawai-pegawai bangsa Indonesia. Hal itu tentunya menguntungkan pihak Indonesia karena memperoleh pengalaman dalam bidang pemerintahan.
Di Jawa Barat, para pembesar militer Jepang menyelenggarakan pertemuan dengan para anggota Dewan Pemerintah Daerah dengan bertujuan untuk menciptakan suasana kerja sama yang baik. Gubernur Jawa Barat, Kolonel Matsui, didampingi oleh R. Pandu Suradiningrat sebagai wakil gubernur, sedangkan Atik Suardi diangkat sebagai pembantu wakil gubernur.

Pada tanggal 19 April 1942 diangkat residen-residen berikut ini:
1.        R. Adipati Aria Hilman Djajadiningrat di Banten (Serang)
2.        R. A. A. Surjadjajanegara di Bogor
3.        R. A. A. Wiranatakusuma di Priangan (Bandung)
4.        Pangeran Ario Suriadi di Cirebon
5.        R. A. A. Surjo di Pekalongan
6.        R. A. A. Sudjiman Martadiredja Gandasubrata di Banyumas

Di kota Batavia, sebelum namanya diubah menjadi Jakarta, H. Dahlan Abdullah diangkat sebagai kepala pemerintahan daerah Kotapraja, sedangkan jabatan kepala polisi diserahkan kepada Mas Sutandoko.
Di Jawa Tengah, hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah Jepang. Jabatan gubernur berada di tangan orang Jepang, yaitu Letnan Kolonel Taga yang berkedudukan di Semarang. Sementara itu, tugas melaksanakan pemerintahan sehari-hari untuk di daerah Yogyakarta, yang pada saat itu dinyatakan sebagai pusat organisasi pemerintahan militer di Jawa tengah, masih dipercayakan kepada pejabat Belanda, Dr. L. Adam. Namun masih dalam pengawasan  yang sangat ketat oleh pembesar-pembesar militer Jepang.
Selain itu pasukan Jepang selalu berusaha untuk dapat memikat hati rakyat Indonesia, hal ini dilakukan dengan tujuan agar rakyat Indonesia memberi bantuan kepada pasukan Jepang dalam perang di Asia Timur Raya. Oleh karena itu untuk menarik simpati rakyat Indonesia pemerintah Jepang membentuk organisasi-organisasi resmi, salah satunya adalah organisasi Pembela Tanah Air (PETA).
PETA (Pembela Tanah Air) resmi didirikan pada tanggal 3 Oktober 1943, menjelang berakhirnya latihan kemiliteran angkatan kedua dari Heiho. Jumlah personil 66 Batalion di Jawa 3 Batalion di Bali Sekitar 20,000 personel di Sumatera Markas Bogor, Jawa. Pada saat itu keluar perintah dari Panglima Letnan Jenderal Kumakici Harada kepada Tokubetsu Han untuk membentuk Tentara PETA. Namun, pemerintah Jepang mempunyai inisiatif agar pembentukan Tentara PETA tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga seolah-olah merupakan usulan dari rakyat Indonesia. Selanjutnya dipilihlah Gatot Mangukupraja, seorang nasionalis yang bersimpati kepada Jepang, dalam hal ini Gatot ditugaskan untuk mengajukan permohonan kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) supaya dibentuk tentara PETA yang anggotanya terdiri dari rakyat Indonesia saja. Kemudian pada tanggal 7 September 1943, Gatot Mangukupraja mengirimkan surat permohonan kepada Gunseikan, tidak lama kemudian permohonan itu dikabulkan oleh pemerintah Jepang dengan peraturan yang disebut Osamu Seirei No. 44, tenggal 3 Oktober 1943.
Tujuan awal dari pembentukan organisasi PETA tersebut adalah untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik, yakni Membela Indonesia dari serangan Blok Sekutu. Ada pendapat lain bahwa pembentukan PETA merupakan strategi Jepang untuk membangkitkan semangat patriotisme dengan memberi kesan bahwa usul pembentukan PETA berasal dari kalangan pemimpin Indonesia sendiri. Namun dalam perkembangan selanjutnya, PETA justru sangat besar manfaatnya bagi bangsa dan Negara Indonesia untuk meraih kemerdekaan.
Beratus-ratus kaum terpelajar Indonesia mencatatkan diri untuk diterima sebagai prajurit pembela tanah air. Mereka yang diterima, dalam waktu singkat disiapkan untuk menjalani latihan-latihan militer dari opsir-opsir Jepang di kota masing-masing. Mereka dikumpulkan dalam asrama-asrama khusus yang disebut Daidan, dipimpin oleh seorang Daidanco. Hampir di tiap kota di Jawa ada Daidan untuk prajurit pembela tanah air.
Organisasi PETA tidak secara resmi menjadi bagian dari balatentara Jepang melainkan dimaksudkan sebagai pasukan gerilya pembantu guna melawan pihak sekutu dalam perang Asia Pasifik. Korps perwiranya meliputi para pejabat, para guru, para kyai dan orang-orang Indonesia yang sebelumnya menjadi serdadu kolonial Belanda. Di antara mereka adalah seorang bekas guru sekolah Muhammadiyah yang bernama Soedirman, yang kemudian akan menjadi seorang tokoh militer terkemuka pada masa revolusi. Disiplin PETA sangat ketat dan ide-ide nasionalis Indonesia dimanfaatkan dalam indoktrinasi.

Peran PETA dalam Memperjuangkan Negara Indonesia

Perhatian dan minat dari para pemuda Indonesia ternyata sangat besar, terutama para pemuda yang telah mendapatkan pendidikan di sekolah menengah dan yang telah bergabung dengan Seinendan. Di dalam PETA terdapat Lima macam tingkat kepangkatan, yaitu
1.      Daidanco (komandan batalyon), dipilih dari tokoh-tokoh masyarakat seperti pegawai pemerintah, pemimpin agama, pamongraja, politikus, dan penegak hukum
2.      Cudanco (komandan kompi), dipilih dari kalangan yang sudah memiliki pekerjaan namun masih belum mencapai pangkat yang tinggi, seperti guru dan juru tulis.
3.      Shodanco (komandan peleton), dipilih dari kalangan pelajar sekolah lanjutan pertama atau sekolah lanjutan atas.
4.      Budanco (komandan regu), dipilih dari kalangan pemuda yang pernah bersekolah dasar
5.      Giyuhei (prajurit sukarela) dari kalangan pemuda yang belum pernah mengenyam pendidikan.

Para pemuda yang menjadi anggota PETA dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: (1) mereka yang menjadi anggota PETA dengan semangat yang tinggi. (2) mereka yang menjadi anggota PETA yang dipengaruhi oleh orang lain. (3) mereka yang menjadi anggota PETA dengan perasaan acuh tak acuh. Para anggota PETA mendapat pendidikan militer di Bogor pada lembaga Jawa Boei Giguyun Kanbu Renseitai (Korps Latihan Pemimpin Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa). Nama pendidikan itu kemudian berubah menjadi Jawa Boei Giguyun Kanbu Kyoikutai (Korps Pendidikan Pemimpin Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa). Setelah mendapat pendidikan itu kemudian para tentara PETA ditempatkan pada daidan-daidan yang tersebar di Jawa, Madura, dan Bali.
Sumbangsih dan peranan tentara PETA dalam masa Perang Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Demikian juga peranan mantan Tentara PETA dalam kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Mantan Tentara PETA menjadi bagian penting pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga TNI. Untuk mengenang perjuangan Tentara PETA, pada tanggal 18 Desember 1995 diresmikan monumen PETA yang letaknya di Bogor, bekas markas besar PETA.
Dalam perkembangannya, beberapa anggota PETA mulai kecewa terhadap Balatentara Jepang, hal ini dikarenakan pemerintah Jepang yang semula memberikan janji masa depan yang cerah bagi rakyat Indonesia, namun pada kenyataannya justru membuat rakyat Indonesia semakin sengsara. Sehingga timbullah pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh para anggota PETA.
Pemberontakan-pemberontakan tersebut paling besar terjadi di Blitar Jawa Timur. Pada tanggal 14 Februari 1945 terjadi perlawanan oleh PETA di bawah pimpinan Supriyadi (putra Bupati Blitar) dan kawan-kawannya yang terjadi dalam Daidan Surakmad. Motif utama dalam perlawanan ini adalah kemarahan dan ketidakpuasan tentara Peta terhadap pemerintah pendudukan Jepang. Mereka melihat kenyataan dalam kehidupan masyarakat terdapat adanya penderitaan rakyat di mana-mana, terutama disekitar tempat tugas mereka. Dalam memimpin perlawanan ini Supriyadi dibantu oleh Dr. Ismail, Mudari, dan Suwondo.
Pada tanggal 29 Februari 1945 dinihari mulailah Supriyadi dengan teman-temannya para anggota PETA bergerak. Mereka melepaskan tembakan mortar, senapan mesin, dan granat dari daidan, lalu bergerak ke luar dengan senjata lengkap. Setelah pihak Jepang mengetahui tentang gerakan pemberontakan itu, maka dengan cepat didatangkan pasukan-pasukan Jepang. Pasukan ini juga dipersenjatai tank, dan pesawat udara. Mereka terus menduduki Kota Blitar, yang pada waktu itu telah menjadi sunyi-senyap, karena lalu lintas biasa terhenti dan rakyat bersembunyi atau menyingkir. Rumah Daidanco dan Cudanco semuanya dijaga oleh Jepang: Daidan pun telah didudukinya. Daidanco sebenarnya sudah jadi tawanan Jepang, dan dari Daidanco tawanan ini ke luar perintah –perintah yang ditunjukkan kepada anggota-anggota yang belum terkumpul kembali, termasuk Cudanco Suyatmo, untuk melaporkan diri.
       Pada perlawanan ini, orang-orang Jepang yang ada di Blitar dibunuh, perlawanan ini benar-benar mengejutkan bagi Jepang terlebih lagi pada saat itu Jepang terus-menerus mengalami kekalahan dalam Perang Asia Timur Raya. Kemudian Jepang mengepung kedudukan Supriyadi dan kawan-kawannya, namun pasukan Supriyadi tatap melakukan perlawanan dan menjalankan aksinya, maka terjadilah pertempuran. Tembak-tembakan senjata berat terjadi antara tentara-tentara Jepang dengan para tentara PETA, dengan terjadinya keadaan seperti ini membingungkan Jepang dan membuatnya terjepit.
Menghadapai kegigihan tekad pihak pemberontak tersebut, maka Komandan pasukan Jepang Kolonel Katagiri menjalankan cara yang lembut untuk menundukkan Supriyadi beserta kawan-kawannya dari PETA, tapi pada sesungguhnya cara yang dilakukan oleh pasukan Jepang tersebut merupakan suatu tipu muslihat dengan menyerukan agar para pemuda-pemuda Blitar yang mengadakan perlawanan tersebut untuk menyerah saja dan kemudian akan dijamin keselamatannya serta akan dipenuhi permintaannya oleh pemerintah Jepang.
          Tipuan Jepang tersebut ternyata berhasil dan akibatnya banyak anggota PETA yang menyerah. Pasukan PETA yang menyerah tersebut tidak luput dari hukuman Jepang dan beberapa orang diantaranya dijatuhi hukuman mati, ada pula yang meninggal karena siksaan dari tentara-tentara Jepang. Adapaun nasib Supriyadi dalam perlawanan itu belum diketahui secara jelas dan pasti, ada kemungkinan beliau tertangkap dan disiksa sampai menemui ajalnya. Peristiwa ini sangat dirahasiakan oleh pemerintah Jepang sehingga tidak tercium oleh pihak luar.
          Pemberontakan di Blitar adalah pemberontakan yang paling besar terjadi di dalam PETA, akan tetapi menurut perkiraan telah terjadi pemberontakan lainnya yang lebih kecil, yang disembunyikan oleh Jepang. Pemberontakan tersebut adalah pemberontakan dalam batalyon daerah Cilacap. Di Gumilir, di luar Kota Cilacap, ditempatkan satu Cudan (kompi) PETA dari daidan Cilacap yang dipimpin oleh Sutirto. Pemimpin regu (Budanco) Kusaeri bersama-sama dengan Suwab, Wasirun, Hadi, Mardiyono, Sarjono, Udi, S. Wiryosukarto, Taswan dan Sujud tampil memelopori pemberontakan tersebut.
          Setelah Kusaeri dengan teman-temannya bersepakat untuk melakukan perlawanan terhadap Jepang, terlebih dahulu ia mendatangai orang Kyai yang terkenal di daerah itu guna mendapatkan bantuan batin, yaitu Kyai Bugel di Lebeng daerah Cilacap, Kyai Juhdi di Rawalo dan Kyai H. Muhammad Sidik di daerah Banjarnegara. Kusaeri menerima wejangan-wejangan dan benda-benda yang dipandang mengandung nilai magis. Dalam pertemuan Kusaeri dengan kawan-kawannya pada tanggal 5 April 1945 di belakang gudang munisi diputuskan bahwa pemberontakan akan dimulai pada tanggal 21 April 1945 pukul 23.00.
          Sesuai dengan rencananya, anggota bagian persenjataan yang bersikap ragu-ragu lalu disergap dan diikat kedua tangannya sehingga gudang senjata dapat dibukanya. Sejumlah 215 orang PETA lengkap dengan persenjataan dan munisinya bergerak ke luar asrama PETA Gumilir menuju Gunung Srandil yang akan digunakan sebagai basis gerakannya. Panggilan Daidanco Sutirto agar mereka kembali tidak dihiraukannya. Jepang berpendapat bahwa pemberontakan itu telah diketahui oleh Daidanco PETA Kroya, Sudirman. Oleh karenanya, Sudirman diperintahkan untuk berangkat bersama opsir Jepang guna memadamkan pemberontakan tersebut. Namun, Daidanco Sudirman bersedia membantu dengan syarat:
a.Kampung-kampung yang dipergunakan sebagi tempat persembunyian Kusaeri dan kawan-kawannya tidak boleh ditembaki.
b.      Prajurit-prajurit PETA yang menyerah tidak boleh disiksa.
Kemudian pihak Jepang menerima dan menjamin persyaratan tersebut. Akhirnya Sudirman menuju ke tempat para pemberontak bersama opsir-opsir Jepang. Setelah sampai Sudirman melalukan panggilan terhadap Kusaeri beserta kawan-kawannya. Pemberontakan dapat diselesaikan dengan baik dan mereka tidak dihadapkan ke siding pengadilan militer Jepang. Sedangkan tanggung jawab selanjutnya adalah pada daidanco PETA Cilacap. Namun, pada tanggal 25 April 1945 Kusaeri tertangkap di Desa Adipala dalam perjalanan menuju Cilacap. Ia diikat dan ditelungkupkan dalam mobil dengan dua orang Jepang duduk di atas punggungnya. Selama dua minggu di Cilacap ia terus menerus diperiksa oleh Jepang, kemudian pada tanggal 10 Mei 1945 Kusaeri dengan 18 orang temannya termasuk Kyai Bugel di bawa ke Jakarta oleh Jepang. Kusaeri divonis hukuma mati, sedangkan lainnya ada yang dihukum seumur hidup dan hukuman 15 tahun penjara, diantara mereka ada yang menderita lumpuh di dalam tahanan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa pendudukan Jepang di Indonesia tidak dapat diterima, di samping adanya perlawanan-perlawanan tersebut, para tentara-tentara Jepang juga sempat mengadakan pembunuhan secara besar-besaran terhadap masyarakat lapisan terpelajar di daerah Kalimantan Barat. Tidak kurang dari 20.000 orang yang meninggal akibat dibunuh oleh para tentara Jepang, hanya sebagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri dan lari ke Pulau Jawa.
Kemungkinan besar, politik pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh para tentara Jepang tersebut merupakan persiapan kolonisasi orang-orang Jepang kelak di kemudian hari. Alasan semula, berasal dari kecurigaan pemerintah Jepang terhadap adanya mata-mata musuh yang tersebar di wilayah ini, yang kemudian melakukan pembasmian demi keselamatan Jepang. Meskipun demikian, di wilayah ini telah terjadi suatau tindakan brutal yang dilakukan oleh para tentara pemerintah pendudukan Jepang yang tidak mengenal adanya perikemanusiaan.

Alasan Jepang Membubarkan PETA

Akibat dari terjadinya pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh para tentara PETA yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia, akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, berdasarkan perjanjian kapitulasi Jepang dengan blok Sekutu, Tentara Kekaisaran Jepang memerintahkan para daidan batalion PETA untuk menyerah dan menyerahkan senjata mereka, dimana sebagian besar dari mereka mematuhinya. Presiden Republik Indonesia yang baru saja dilantik, Sukarno, mendukung pembubaran ini ketimbang mengubah PETA menjadi tentara nasional, karena tuduhan blok Sekutu bahwa Indonesia yang baru lahir adalah kolaborator Kekaisaran Jepang apabila ia memperbolehkan milisi yang diciptakan Jepang ini untuk dilanjutkan. Sehari kemudian, tanggal 19 Agustus 1945, panglima terakhir Tentara Ke-16 di Jawa, Letnan Jendral Nagano Yuichiro, mengucapkan pidato perpisahan pada para anggota kesatuan PETA.
semoga bermanfaat